Selasa, 29 April 2014

Kamis, 16 Januari 2014

olahraga murah

banyak macam jenis olahraga tapi yg murah ialah lari pagi,senam pusup dll

biografi ulama syeckhona kholil bangkalan

kiai Kholil lahir pada hari Selasa, 11
Jumadil Akhir 1235 H di Bangkalan Madura.
Ayahnya bernama Abdul Latif bin Kiai
Harun bin Kiai Muharram bin Kiai Asrol
Karomah bin Kiai Abdullah bin Sayyid
Sulaiman. Sayyid Sulaiman ialah cucu Sunan
Gunung Jati. Oleh karena itu beliau sangat
mengharap dan mohon kepada Allah SWT
agar anaknya menjadi pemimpin umat serta
mendambakan anaknya mengikuti jejak
Sunan Gunung Jati.
Setelah tahun 1850 Kiai Kholil muda
berguru kepada Kiai Muhammad Nur di
Pesantren Langitan Tuban, kemudian untuk
menambah ilmu dan pengalaman beliau
nyantri di Pesantren Cangaan Bangil,
Pasuruan. Dari sini pindah lagi ke
Pesantren Keboncandi Pasuruan. Selama di
Keboncandi beliau juga berguru kepada Kiai
Nur Hasan di Sidogiri, Pasuruan. Selama di
Keboncandi, beliau mencukupi kebutuhan
hidup dan belajarnya sendiri dengan
menjadi buruh batik, agar tidak merepotkan
orang tuanya, meskipun ayahnya cukup
mampu membiayainya.
Kemandirian Kiai Kholil nampak ketika
beliau berkeinginan belajar ke Makkah,
beliau tidak menyatakan niatnya kepada
orang tuanya apalagi minta biaya, tetapi
beliau memutuskan belajar di sebuah
pesantren di Banyuwangi. Selama nyantri di
Banyuwangi ini belaiau juga menjadi buruh
pemetik kelapa pada gurunya, dengan
diberi upah 2,5 sen setiap pohon, upah ini
selalu ditabung.
Tahun 1859 ketika berusia 24 tahun Kiai
Kholil memutuskan untuk berangkat ke
Makkah dengan biaya tabungannya, tetapi
sebelum berangkat oleh orang tuanya Kiai
Kholil dinikahkan dengan Nyai Asyik. Di
Makkah beliau belajar pada syekh dari
berbagai madzhab di Masjidil Haram, tetapi
beliau lebih banyak mengaji kepada syekh
yang bermadzhab Syafi'i.
Sepulang dari Tanah Suci, Kiai Kholil dikenal
sebagai ahli fiqih dan thoriqot yang hebat,
bahkan ia dapat memadukan kedua ilmu itu
dengan serasi dan beliau juga hafidz (hafal
Al-Quran 30 juz). Kiai Kholil kemudian
mendirikan pesantren di Desa Cengkebuan.
Setelah puterinya yang bernama Siti
Khotimah dinikahkan dengan keponakannya
sendiri Kiai Muntaha, pesantren di Desa
Cengkebuan itu diserahkan kepada
menantunya. Sedangkan Kiai Kholil sendiri
mendirikan pesantren di Desa
Kademangan, hampir di pusat kota sekitar
200 m sebelah barat alun-alun Kota
Bangkalan. Di pesantren yang baru ini
beliau cepat memperoleh santri. Santri
yang pertama dari Jawa tercatat nama
Hasyim Asy’ari dari Jombang.
Pada tahun 1924 di Surabaya ada sebuah
kelompok diskusi yang bernama Tashwirul
Afkar yang didirikan oleh seorang kiai muda
Abduk Wahab Hasbullah. Dalam
perkembangannya, ketika Kiai Wahab
Hasbullah beserta Kiai Hasyim Asy’ari
bermaksud mendirikan jam’iyah, Kiai Kholil
memberikan restu dengan cara memberikan
tongkat dan tasbih melalui Kiai As’ad
kepada Kiai Hasyim Asy’ari.
Pada tanggal 29 Romadlon 1343 H dalam
usia 91 tahun, karena usia lanjut belaiu
wafat. Hampir semua pesantren di
Indonesia yang ada sekarang masih
mempunyai sanad dengan pesantren Kiai
cholil

Rabu, 15 Januari 2014

LIBURAN DI MA IBNUMALIK

Dalam rangka perayaan maulid nabi muhammad saw ma ibnu malik libur selama satu minggu dan masuk hari sabtu lalu tgl 15 januari merayakan maulid nabi dg hiburan habsy rozain